CAUTION

Blog Project deadline is 15 February 2010 at 00.00<> (WIB Times). Jangan lupa setiap anggota kelompok diwajibkan untuk memasukkan paling sedikit 5 (lima) postingan mengenai IT Category dengan ketentuan seperti yang sudah dijelaskan pada saat praktikum Komputer yang lalu.

Blog ini Wajib memiliki fasilitas-fasilitas:

  1. Cita Hati Logo
  2. Search Blog
  3. Blog Category (Blog Labels or Label Cloud or Blogumus)
  4. About this Blog (Nama anggota2 kelompok + foto)
  5. ShoutBox
  6. Blogroll (isikan alamat blog/url kelompok2 yang lain)
  7. Latest Post
  8. Latest Comments
  9. Polling (sesuaikan dengan tema field trip)
  10. Blog/Web Counter (Ex : Histat)

Bonus Point :

Jika ada pertanyaan silakan contact saya di : mmeinardi@yahoo.com atau di twitter

 

With God's Love

Enter The Blog
-->

Minggu, 31 Januari 2010

Kampung Wisata Gundih


Kampung Wisata ini terletak di jalan Bubutan. Kampung ini adalah salah satu pemenang Green and Clean yang diadakan Jawa Pos. Karena itu tidak heran kalau kampung ini sangat asri, berbeda dengan image kita mengenai kampung yang kumuh. Selain pemenang Green and Clean, kampung ini juga mendapat tiga penghargaan dari Walikota Surabaya.

Di sana kami mendapat penyuluhan dari Ketua RT 7/RW 10, mengenai bagaimana kampung ini menjaga keasrian kampung Gundih. Rupanya, rahasianya ada di daur ulang, mulai dari daur ulang air kotor, sampah dan barang-barang bekas. Seperti gambar yang di bawah ini.




Gambar ini adalah gambar skema alat pendaur ulang air kotor. Air kotor yang belum diolah dan sudah diolah dipisah menjadi dua tabung. Air kotor yang diambil dari selokan disaring di dalam tabung yang berisi arang dan batu-batuan. Menurut Ketua RT, saringan ini dibuat persis seperti saringan air alami yang ada di mata air pegunungan. Ini adalah inovasi baru yang amat sangat kreatif namun sederhana.

Berikutnya adalah bagaimana mendaur ulang sampah. Di kampung ini, mereka memisahkan sampah kering dan sampah basah. Sampah kering bisa didaur ulang menjadi kerajinan tangan, sementara sampah basah diubah menjadi kompos. Selain menjaga lingkungan kegiatan ini bisa menjadi usaha yang bisa menghasilkan uang. Terbukti, kompos buatan warga kampung Gundih laku di pasaran, begitu juga kerajinan tangannya. Seperti di bawah ini.

Ini adalah taplak meja yang dibuat dari sedotan gelas air mineral dan benang wol. Cara mengerjakannya adalah sebagai berikut. Sedotan dipotong-potong kecil-kecil, dan kemudian dibentuk menggunakan benang wol. Amat sangat mudah.


Dan ini adalah tas dan folder yang dibuat dari bungkus pencuci pakaian. Menurut Ketua RT, produk ini sudah diekspor ke luar negeri.





Dan ini adalah tikar yang dibuat dari bungkus mi instan. Katanya, kampung Gundih berniat memecahkan rekor MURI dengan membuat tikar mi instan sepanjang 1000 meter. Semoga berhasil.





Selain kerajinan tangan, kampung Gundih juga gencar menghijaukan kampung mereka. Makanya di setiap rumah terdapat banyak sekali pot-pot tanaman. Di bawah ini adalah makanan buatan ibu-ibu PKK yang terbuat dari belimbing wuluh, manisan belimbing wuluh. Manisan ini dijual seharga Rp. 5000 per bungkus.



Dan yang ini adalah sirup dari belimbing wuluh.




Dari pengamatan kami, warga Kampung Gundih ini termasuk masyarakat mandiri(madani). Ini terbukti dengan kreativitas mereka dan mereka pun rajin berpartisipasi dalam PEMILU.

Demikianlah penyusuran tim Daud di kampung wisata Gundih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar