Museum yang terletak di Tanjung Perak, dekat dengan markas Angkatan Laut ini adalah satu-satunya museum yang menyimpan kenangan tentang Angkatan Laut Indonesia. Berbagai macam benda dari jaman penjajahan Belanda seperti senjata dan seragam disimpan di sini untuk dipamerkan. Semua benda disimpan di ruang tersendiri menurut jenisnya.
Pertama-tama, kami diajak ke ruangan yang menyimpan senjata. Yang kami lihat di sini adalah berbagai macam senapan, peluru, dan misil yang disimpan di dalam lemari dan dijaga secara hati-hati, terbukti dengan tulisan larangan menyentuh. Menurut guide kami, senjata-senjata itu bukanlah produksi Indonesia, semua itu adalah hasil rampasan dari Belanda dan Jepang saat penjajahan.
Di tengah-tengah ruangan ada roket dan misil. Misil yang hitam ini adalah buatan orang Indonesia yang dipakai untuk melawan tentara Jepang. Lalu roket yang ini juga buatan orang Indonesia pada tahun 1998. Menurut guide, sebenarnya itu bisa diuji coba, namun karena pada tahun 1998 Indonesia mengalami krisis, maka tidak jadi dilakukan uji coba peluncuran roket.
Dari ruangan ini kita beranjak ke ruangan para jenderal. Di ruangan ini disimpan berbagai perabotan dari jaman dulu, seperti kursi, meja, bahkan peralatan makan. Di dinding terpasang foto-foto jendral-jendral dari jaman dulu beserta pangkatnya. Di ruangan ini juga ada kursi tandu yang dipakai untuk mengusung Jendral Soedirman saat beliau memimpin perang. Sebenarnya ini hanya replika, menurut guide yang asli tersimpan di Yogyakarta.
Dari sini kite beralih ke ruang penyimpanan seragam. Berbagai macam seragam dan pakaian perang tersimpan di sini. Seperti contoh yang satu ini, ini adalah baju yang dipakai Angkatan Laut saat masa penjajahan. Ternyata pakaian angkatan laut bukan cuma seragam dinas, tapi ada juga pakaian untuk menyelam, pakaian untuk pilot, jubah untuk dinas luar dan sebagainya. Di sini juga ada berbagai macam tanda pangkat.
Yang paling berkesan adalah ruangan kapal selam. Berbagai replika kapal selam ada di sini.
Manusia BUKAN KERA! :)
16 tahun yang lalu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar